Jumat, 27 Mei 2011

tatal rindu


Ada rasa yang telah lama tertambat dalam hati. Selaksa sukma yang tertanam dalam jiwa, seperti akar yang mengakar. Entah mengapa aku hanya bisa berkelakar, ketika aku sambut rupa wajah yang menjumput penuh harapan.
Aku pancangkan hati atas nama samsara yang kulalui. Hingga kelak ada cerita antara aku dan engkau...(dalam satu nama: cinta)

Selasa, 24 Mei 2011

Dongeng Senja


Suatu ketika,
tadinya aku tak ingin berandai-andai lagi. tapi, setelah sore kemarin aku mulai kembali berandai tentang kejadian.
seandainya kau masih hidup, tentunya aku tak akan seperti ini. aku selalu dipermainkan oleh perasaan, yang tak tahu selalu membawa ke lembah sengsara dan nestapa. seandainya kau masih hidup, tentunya kita akan bahagia bersama. bersama mengapai cita yang sama, karena sesungguhnya dirimu yang dapat mengerti aku. namun, sekarang hanya bagian dari cerita yang tak mungkin kembali lagi. Ya, seandainya...
seandainya kau tak angkuh, tentu kita tak perlu selalu bertengkar seperti ini terus. karena bahagia tidak datang dari langit, jadi kita musti memperjuangkannya. seandainya kau tak angkuh, tentunya kita bisa berbahagia, karena saat ini hanya kau yang menjadi citaku. namun, masih adakah sekarang rasa tentang asmara tersebut? Seandainya saja...
seandainya saja tak ada lelah, tentunya aku masih berharap tentang satu cita bersama denganmu. seperti rasa yang selalu kita jaga, kita bersama dari ketiadaan tentang rasa yang masing-masing hampa. seandainya saja tak ada lelah, tentu saat ini kita masih bisa tertawa. namun, kau terlalu egois dan tak pernah berpikir panjang tentang problema. seandainya saja...
sendainya saja semua ini terjadi, tentunya aku tak tahu harus berbuat apa lagi. setelah sebelah sayapku telah rusak, kini kau rusak kembali sayap yang ada sebagai penyangga hidupku. namun, ini hanya sebuah cerita saja. tanpa pretensi apapun, dan tentunya aku harap tak pernah terjadi.

Selasa, 12 April 2011

12 April 2011

ada-ada saja. ya. ada-ada saja hal mengingatkanku padamu. entah sengaja maupun tidak, entah melalui barang ataupun seseorang (yang tak sengaja) mengingatkanku padamu. ya, ada-ada saja rupa yang selalu mengingatkanku padamu.

setidaknya ada suasana hangat yang masih terasa, ketika aku jejakkan kaki kembali ditempat ini. tempat dimana kita sering bercengkrama. tentunya kamu masih ingat kala aku menjadi objek percobaanmu. yang dengan riangnya aku begitu senang. "Tapi itu cerita dulu". begitu kira-kira jawabanmu saat ini. sadar dengan makna kata 'dulu', aku larut dalam kenangan tentangmu.

saat ini sudah pertengahan bulan April. bulan yang tentunya masih aku ingat betul. Tepat ditanggal sekarang ini, di bulan April, ada cerita (dulu) tentang masa depan dan cita-cita. ingat janji yang terucap?
"Kelak kita akan kembali lagi ditempat ini, tentunya menjadi individu yang lebih berguna lagi".
seperti itu kenangan yang ada (tertanam) dalam ingatanku.

:aku berusaha adil dengan yang ada

Selasa, 29 Maret 2011

Rona Asmara


Saat ini, tentunya cerita berisi tentang aku dan kamu. Bagai pantai yang begitu setia pada lautan, begitu pula rasa ini terus berpautan dengan selaksanya. Aku dan Kamu tentunya akan selalu ingat masa ini. Masa dimana kita mulai merajut janji setia untuk bersama dalam cinta. Ya, diakhir Maret yang membiru. Karena aku-- Si Rendi yang menggodamu..
Sejak pertemuan pertama, aku sudah jatuh cinta padamu. Jatuh hati hingga merasa adanya satu rasa yang mesti bertalu dalam irama cinta. Seperti alunan musik, setiap nada yang tercipta menjadi harmoni suara yang indah. Aku ingin mencintaimu, melalui nada C Mayor 7 yang tercipta menjadi sebuah lagu dengan lirik seperti ini:

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US KO X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Rona Asmara

(cipt: iDaites)

Setiap manusia pasti pernah merasakan asmara cinta, atau lebih tepatnya terjebak dalam kekakuan, kebisuan, ketakberdayaan menghadapi cinta. Ya, kadang cinta tak mengenal waktu. Datang tak terduga, dan pergi pun menyakitkan. Lalu bagaimana kita menyikapinya? “Berikan dia senyum manismu, ketika awal dan akhir dari sebuah cinta”. Ah, asmara...ketika kulihat pada rona wajahmu.

Dengarlah kasih, aku bicara

Tentang cerita asmara kita

Tak perlu lagi ragu dihatimu

kita raih bahagia bersamaku

Coda;

Dan bila esok ragu masih mengganggu

Ku pastikan ku selalu ada untukmu

Reff;

O...dirimu

pancarkan rona asmara cinta di hatiku

O...dirimu

hanya cinta satu yang tersemai di hatiku selalu

(dan itu kamu, dan itu kamu)

Kudendangkan lagu hanya untukmu

Sebagai ungkapan rasa dihatiku

Tak perlu lagi ragu dihatimu

Kita sambut bahagia bersamaku

Coda;

Dan bila esok ragu masih mengganggu

Ku pastikan ku selalu ada denganmu

Back to reff...


Kita nikmati bersama lagu ini nanti. Aku memetik gitar dan Kamu menyayi (karena aku tahu suaramu indah).


: Hadiah (lagu) sederhana yang bisa aku berikan padamu. Nikmati saja, dinda.

Selasa, 15 Maret 2011

Aku sebut ini Bahagia


aku sebut ini adalah 'bahagia'...

Dibelahan yang lain, banyak orang yang tidak senikmat ini menikmati setiap kebahagiaan yang saat ini kurasakan.

aku sebut ini 'keberuntungan'...

Disaat yang sama, banyak orang yang tidak seberuntung yang aku alami seperti saat ini.

aku sebut ini 'perasaan'...

Disaat aku merasa adanya dirimu,

dan

Aku merasa bahagia (tanpa kutip)

Selasa, 01 Maret 2011

MARET


<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US KO X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 Ada waktu yang berlalu, seperti kita yang selalu memadu asmara ini hingga rasanya kita seakan berbulan madu selalu. Saat ini, Maret sudah nampak menjadi sebuah keharusan yang meninggalkan kenangan akan februari. Sebelum menulis tentang hal ini, aku kembali teringat akan perjalanan waktu yang telah kita lalui (bersama). Setiap cerita indah, perlu menemukan seremoni untuk menjadi abadi. Dan dalam kenyataan yang sejauh ini aku percayai untuk menjadi satu denganmu.

“Boleh aku ingatkan (kamu) tentang cerita di bulan Maret ini?”

Maret kali ini hujan selalu setia menemani disetiap harinya. Tentu kamu masih ingat bagaimana disetiap sela hujan kita selalu bercerita tentang ‘hujan’. Dan tentunya kamu masih ingat betapa kita berdua menyukai suasana ketika hujan menantang dengan dingin yang diberi. Entah mengapa aku selalu ingin mengingatkanmu tentang itu. Setiap rintik hujan yang ada adalah isyarat untukku agar selalu merindukanmu.

Tepat di bulan Maret ini pula, kita secara sadar dengan hati terbuka saling berjanji untuk setia. Berjanji untuk saling berbagi tentang info diri, karena ada semacam candu (antara kamu dan aku) yang tak bisa ditawar ketika kita tak menjadi satu dalam selaan hari. Aku terpanah asmara oleh busur yang kamu lepaskan tepat menghujam hati, jantung, dan kedalaman makna nurani diriku. Sepertinya aku tak bisa jauh darimu lagi.

Di bulan Maret ini, aku lagi bahagia dengan hadirnya dirimu. Selangkah demi selangkah kita terus susuri jalan dan jalinan asmara ini. Tentunya aku bahagia menyusuri setiap titian jalan ini bersamamu, maukah kamu denganku?

Jika ini memang samsaraku, atas nama asmara, aku ingin meminta maaf karena ingin memilikimu…tanpa batas waktu.

Mari kita bersama, lewati bulan Maret disetiap tahunnya. Denganku, tentunya.




: Hadiah anniversary ‘kita’, untuk kamu dan kita tentunya. I love u…^^

Kamis, 10 Februari 2011

kenang

kadang waktu terasa lamat berlalu. Entah mengapa semua seperti saling bertalu dalam alur waktu yang menuju satu. Ya, satu jalan kembali menuju pada-Nya jua.
Rasanya baru kemarin aku bisa bercanda denganmu. Kita tertawa dengan begitu banyak guyon yang memang terasa renyah tertampak dari bibirmu. Namun, yang ada sekarang aku berduka karena memang hanya sedih yang ada sekarang dalam hati. Benar katamu:
"Sisakan tawa ini untuk nanti, jangan dihabiskan sekarang". Begitu menurutmu, tempo hari.

saat ini, aku ingin mengenangmu. Tepat seperti tanggal 5 Desember (beberapa tahun yg lalu) yang kau tinggalkan tanpa basa basi apa pun, seperti itu nuansa hatiku dalam arti kata 'mengenangmu'.


:
Yang tertinggal dalam ingatan