






Rona Asmara
(cipt: iDaites)
Setiap manusia pasti pernah merasakan asmara cinta, atau lebih tepatnya terjebak dalam kekakuan, kebisuan, ketakberdayaan menghadapi cinta. Ya, kadang cinta tak mengenal waktu. Datang tak terduga, dan pergi pun menyakitkan. Lalu bagaimana kita menyikapinya? “Berikan dia senyum manismu, ketika awal dan akhir dari sebuah cinta”. Ah, asmara...ketika kulihat pada rona wajahmu.
Dengarlah kasih, aku bicara
Tentang cerita asmara kita
Tak perlu lagi ragu dihatimu
kita raih bahagia bersamaku
Coda;
Dan bila esok ragu masih mengganggu
Ku pastikan ku selalu ada untukmu
Reff;
O...dirimu
pancarkan rona asmara cinta di hatiku
O...dirimu
hanya cinta satu yang tersemai di hatiku selalu
(dan itu kamu, dan itu kamu)
Kudendangkan lagu hanya untukmu
Sebagai ungkapan rasa dihatiku
Tak perlu lagi ragu dihatimu
Kita sambut bahagia bersamaku
Coda;
Dan bila esok ragu masih mengganggu
Ku pastikan ku selalu ada denganmu
Back to reff...
Kita nikmati bersama lagu ini nanti. Aku memetik gitar dan Kamu menyayi (karena aku tahu suaramu indah).
: Hadiah (lagu) sederhana yang bisa aku berikan padamu. Nikmati saja, dinda.


“Boleh aku ingatkan (kamu) tentang cerita di bulan Maret ini?”
Maret kali ini hujan selalu setia menemani disetiap harinya. Tentu kamu masih ingat bagaimana disetiap sela hujan kita selalu bercerita tentang ‘hujan’. Dan tentunya kamu masih ingat betapa kita berdua menyukai suasana ketika hujan menantang dengan dingin yang diberi. Entah mengapa aku selalu ingin mengingatkanmu tentang itu. Setiap rintik hujan yang ada adalah isyarat untukku agar selalu merindukanmu.
Tepat di bulan Maret ini pula, kita secara sadar dengan hati terbuka saling berjanji untuk setia. Berjanji untuk saling berbagi tentang info diri, karena ada semacam candu (antara kamu dan aku) yang tak bisa ditawar ketika kita tak menjadi satu dalam selaan hari. Aku terpanah asmara oleh busur yang kamu lepaskan tepat menghujam hati, jantung, dan kedalaman makna nurani diriku. Sepertinya aku tak bisa jauh darimu lagi.
Di bulan Maret ini, aku lagi bahagia dengan hadirnya dirimu. Selangkah demi selangkah kita terus susuri jalan dan jalinan asmara ini. Tentunya aku bahagia menyusuri setiap titian jalan ini bersamamu, maukah kamu denganku?
Jika ini memang samsaraku, atas nama asmara, aku ingin meminta maaf karena ingin memilikimu…tanpa batas waktu.
Mari kita bersama, lewati bulan Maret disetiap tahunnya. Denganku, tentunya.
: Hadiah anniversary ‘kita’, untuk kamu dan kita tentunya. I love u…^^